Sisi gelap kehidupan Kolonel Muammar Gaddafi


Meski sosoknya telah tiada, nama Kolonel Muammar Gaddafi ternyata masih menyisakan trauma di kalangan penduduk Libya, khususnya bagi penduduk wanita di sana. Media dunia kali ini ramai mengungkap sisi gelap dari tokoh diktator yang telah berkuasa selama 42 tahun itu.

Ketika diktator itu akhirnya tertangkap dan tubuhnya diseret di jalanan sambil dipukuli hingga akhirnya ditembak mati, pemerintah transisi yang ada saat itu akhirnya bergerak cepat juga untuk menutup penjara seks yang kerap dipergunakan oleh sang kolonel untuk memenuhi hasrat negatifnya. Pemerintah transisi saat itu sebenarnya tak ingin gaya hidup yang hina dari Gaddafi diketahui publik internasional karena merasa itu adalah aib yang mendalam bagi rakyat Libya.

Lebih dari dua tahun berlalu sejak penangkapan dan kematian Muammar Gaddafi, diktator Libya, dimana pemerintahannya telah menyisakan empat dekade pembunuhan dan teror bagi penduduk miskin khususnya. Kematiannya mengakhiri perang sipil berdarah melawan para pemberontak yang dipimpin NATO saat itu.

Tapi kengerian dan kebrutalan yang berusaha ditutupi akhirnya lambat laun terungkap juga seiring dengan masih banyaknya warga yang masih takut akan pembalasan dari mereka yang masih setia kepada almarhum pemimpin mereka, Gaddafi. Terungkap juga kisah memilukan dari korban-korban Gaddafi yang mencapai ratusan, bahkan mungkin ribuan gadis remaja yang selama pemerintahannya, 42 tahun, dipukuli, diperkosa, bahkan dipaksa untuk menjadi budak seks dari sang penguasa.

Banyak gadis perawan yang diculik dari sekolah dan univeritas tempat mereka harusnya menuntut ilmu, dan itu berlangsung selama bertahun-tahun. Gadis-gadis itu kemudian dimasukkan ke dalam sebuah ruangan khusus yang telah dirancang sedemikian rupa dan berada tersembunyi di Universitas Tripoli serta istana-istananya. Selama 26 bulan sejak tokoh diktator itu digulingkan, ruangan-ruangan khusus itu selalu dalam keadaan terkunci rapat, hingga akhirnya kini terungkap untuk pertama kalinya melalui foto-foto yang diambil oleh BBC4 untuk dokumenter yang mereka kerjakan.


Dalam sebuah rungan yang terbilang kecil di komplek itu, gadis-gadis yang berhasil didapatkan selanjutnya dipaksa untuk menonton suguhan film pornografi yang sengaja ditayangkan, dengan maksud untuk 'mendidik' mereka sekaligus merendahkan martabat mereka di hadapan sang pemimpin, Kolonel Gaddafi. Ironisnya, mereka yang sempat berhasil melarikan diri, akhirnya harus mendapati kenyataan dijauhi oleh keluarga Muslim mereka yang sangat religius, karena keluarga mereka menganggap bahwa kehormatan mereka telah tercemar.

Bagi mereka yang berhasil melarikan diri, kenyataan pahit dijauhi oleh keluarga masih dapat dikatakan suatu keberuntungan. Hal itu dikarenakan kebanyakan korban muda lainnya yang telah mengalami penyiksaan yang tak wajar itu biasanya dibuang di tempat terasing atau tempat sampah, dan dibiarkan mati begitu saja.

Modus operandi yang dipakai Gaddafi adalah ketika dirinya diundang ke sekolah-sekolah atau universitas. Saat berbicara di hadapan para pelajar atau mahasiswa tersebut, biasanya Gaddafi akan memperhatikan sekaligus menandai gadis-gadis yang kiranya menarik bagi dirinya. Dan sebelum meninggalkan ruangan, dia akan menepuk kepala gadis-gadis yang telah dipilihnya itu.

Dalam waktu beberapa jam saja, para pengawal pribadinya akan mengumpulkan gadis-gadis yang telah ditandai dengan tepukan di kepala itu dengan cara menculik mereka. Dan jika keluarga atau ada orang lain yang berusaha menghalangi mereka untuk mendapatkan gadis itu, mereka atau orang itu akan langsung ditembak mati.

Seorang guru di Tripoli bahkan masih mengingat akan kejadian-kejadian itu, bagaimana gadis-gadis muda itu, "Ada yang baru 14 tahun," katanya. "Mereka hanya akan mengambil gadis yang mereka inginkan. Mereka tidak punya hati nurani, tidak ada moral, tidak ada sedikitpun belas kasihan meskipun tahu bahwa ia masih seorang anak kecil."

Salah seorang ibu yang memiliki seorang anak mahasiswi, mengatakan bahwa masyaraka yang hidup di sekitar Universitas Tripoli hidup dalam ketakutan saat mendengar akan adanya kunjungan dari sang kolonel, terlebih didapat juga pengumuman, "Gadis-gadis yang ia inginkan akan ditangkap dan dikirim kepadanya," katanya.

"Satu saja menghilang dan mereka tidak pernah menemukannya lagi, meskipun ayah dan saudara telah mencarinya. Lainnya ditemukan tiga bulan kemudian, terluka, diperkosa dan berbaring di tengah-tengah taman. Seolah sengaja ditinggalkan untuk mati."

Bahkan saat ini, rakyat Libya masih takut untuk berbicara secara terbuka tentang kebejatan Gaddafi, karena takut akan pembalasan dari mantan antek-anteknya.
 

Salah satu gadis, yang telah menjadi korban perkosaan dari penguasa lalim selama tujuh tahun sejak dirinya masih berusia 15 tahun, sempat berbicara tentang bagaimana ia diteror dan disiksa. Saat itu ia telah dipilih sebagai orang yang memberikan bunga pada sang kolonel ketika melakukan kunjungan tur ke sekolahnya di kota Sirte di pantai Mediterania, 350 km sebelah timur Tripoli.

Setelah menyerahkan bunga tersebut, kepalanya ditepuk seperti layaknya seorang ayah pada anaknya, dan ia pun merasa bahwa ia telah berhasil menyenangkan hati mereka meski terpaksa harus memanggil sang kolonel dengan sebutan "Pemimpin"

Hari berikutnya tiga wanita berseragam militer datang ke rumahnya dan memberitahu orang tuanya bahwa ia dibutuhkan untuk menyajikan lebih banyak bunga. Tapi yang terjadi justru ia langsung dilarikan ke sarang sang Kolonel. Sesampainya di tempat itu, Gaddafi pun segera memerintahkan pada para prajurit wanita tersebut,  "Suruh dia siap."


Dia pun langsung ditelanjangi, dilakukan tes darah dan dicukur seluruh bulu yang ada di tubuhnya, terutama rambut kemaluannya. Selanjutnya dia dipaksa untuk mengenakan G-String dan dikenakan gaun berpotongan rendah dan diberi make-up tebal di wajahnya. Setelah semuanya itu selesai, ia pun langsung didorong untuk memasuki ruangan dimana sang Kolonel telah menunggunya. Ia masih merasakan betapa ngerinya ketika harus berbaring telanjang di tempat tidur. Ketika ia berusaha melarikan diri, tentara wanita yang berjaga di luar ruangan langsung menangkapnya dan melemparkannya kembali ke tempat tidur.

Selama tujuh tahun lamanya ia disekap dam diperkosa, sebelum akhirnya ia berhasil melarikan diri saat pintu tak sengaja dibiarkan tak terkunci.

Kokain dan alkohol, serta ditambah Viagra, menjadi bahan yang dipergunakan oleh Gaddafi sebelum melakukan penyiksaan yang mengerikan itu.

Pembuatan dokumenter yang mengungkap sisi gelap dari Kolonel Muammar Gaddafi itu sendiri akhirnya memakan waktu berbulan-bulan, mengingat izin untuk mendapatkan akses informasi yang ada masih banyak yang tersembunyi dibalik rumitnya birokrasi.


Selama beberapa dekade, Gaddafi memang memiliki pasukan tentara wanita yang cantik-cantik yang dikenal dengan sebutan 'the Haris al-Has’. Dengan seragam militer yang ketat, kuku yang terawat, serta tatanan rambut yang sempurna, menambah ke-glamor-an dari pasukan elite wanita tersebut kala membawa senjata.

(sumber)
Read More →

Nominasi Edward Snowden untuk Nobel Perdamaian


Mendengar nama Edward Snowden pastinya sudah tidak asing lagi di telinga. Bak selebritis dadakan, namanya langsung menjadi topik 'panas' bagi dunia, terutama dalam hal isu penyadapan yang dilakukan Amerika dan Australia terhadap sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Setelah namanya sempat tak terdengar dalam beberapa waktu terakhir, kali ini nama Edward Snowden kembali hadir menjadi topik di berbagai media. Tapi penyebabnya kali ini adalah karena dia dinominasikan sebagai peraih piala Nobel Perdamaian 2014.

Dua politisi Norwegia baru-baru ini mengatakan bahwa mereka sepakat untuk menominasikan Edward Snowden, seorang 'peniup peluit' yang juga adalah mantan agen NSA (National Security Agency), sebagai calon peraih piala Nobel Perdamaian tahun 2014 ini.

Dalam surat pencalonan mereka, Baard Vegar Solhjell dan Snorre Valen, yang berasal dari Partai Sosialis Kiri, mengatakan bahwa semua yang telah dilakukan Snowden itu telah "memberikan kontribusi terhadap tatanan dunia yang lebih stabil dan damai."


Nominasi untuk Nobel memang umumnya rahasia namun terkadang juga diumumkan oleh mereka saat menyerahkan dokumen yang harus diajukan sebelum 1 Februari. Snowden mungkin juga memiliki puluhan pesaing, sehingga memang tidak ada jaminan bahwa dia akan mendapatkan Nobel tersebut. Namun bagaimanapun, itu akan menjadi ironis jika Snowden dan Obama masing-masing akhirnya memenangkan kehormatan yang sama meski terpaut beberapa tahun.

Update: Peran Angry Birds sebagai burung Mata-mata
 
(sumber-sumber)
Read More →

Inilah 'Boyband' bentukan Politisi Penebar Inspirasi


Dalam acara Mata Najwa yang dipandu oleh Najwa Shihab dan disiarkan Metro TV pada 1 Januari 2014 lalu terselip sepotong cerita unik dari tokoh-tokoh yang ditampilkan. Rekaman yang ditanyangkan itu sebenarnya merupakan acara Mata Najwa on Stage yang diselenggarakan di UNS Solo pada 14 Desember 2013 dan bertema Penebar Inspirasi itu mengundang tokoh-tokoh bangsa seperti Jusuf Kalla, Jokowi, Abraham Samad, Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan.

Keunikan yang tak biasanya terjadi adalah saat kelima tokoh yang hadir disuguhkan sebuah video klip Speech Composing karya Eka Gustiwana yang diberi judul Aiyaaa! Dalam video itu tampak kelima tokoh itu bersama Najwa Shihab menyanyikan lagu yang sebenarnya merupakan ucapan mereka sendiri dari beberapa petikan acara dan wawancara yang sebelumnya pernah dilakukan. Dengan penambahan alunan musik yang sangat apik dari pembuat video, yaitu Eka Gustiwana, jadilah kelima tokoh itu tampak seperti boyband yang tak kalah dengan boyband profesional lainnya.

Dalam kesempatan itu, saat ditanya oleh Najwa, akan memilih menjadi siapakah jika di antara kelima tokoh yang hadir itu diberikan kesempatan, Jusuf Kalla memilih menjadi Gubernur Jawa Tengah karena melihat sepertinya beliau (Ganjar Pranowo) lebih tenang dibandingkan yang lain. Dirinya didak menghendaki menjadi ketua KPK yang menurutnya lebih banyak musuhnya di kemudian hari, juga enggan menjadi Gubernur DKI karena terlalu banyak masalahnya.

Jokowi sendiri yang merasa memiliki wajah yang ndeso berharap bisa memiliki 'body' dan 'face' seperti Anies Baswedan. Beliau juga tidak keberatan jika harus mengajar kuliah dari pagi sampai larut malam. 

Ganjar Pranowo, sang Gubernur Jawa Tengah juga lebih memilih manjadi rektor seperti Anies Baswedan, karena dianggap bisa ngomong apa saja yang selalu dianggap benar oleh masyarakat. Saat ditanya ketertarikkannya untuk menjadi Gubernur DKI, dijawabnya. "Dulu, rencananya ..." sambil di ikuti gelak tawa penonton.

Anies Baswedan sendiri merasa kurang tua jika menjadi ketua dewan masjid seperti pa Jusuf Kalla. Untuk jadi ketua PMI sih ok, katanya, tapi dia lebih memilih menjadi ketua KPK karena lebih berambisi untuk memerangi korupsi yang sudah merajalela di negeri ini. 

Dan terakhir, Abraham Samad sebagai Ketua KPK sendiri lebih tertarik menjadi sosok Jokowi yang menurutnya 'unik aneh'. Dijelaskannya juga dia sudah lama memperhatikan sosok Jokowi sejak masih menjabat sebagai Walikota Solo. Dia kagum akan sosok Jokowi yang tidak terpengaruh cinta materi.

Berikut chord, lirik dan video dari Boyband Penebar Inspirasi versi Eka Gustiwana yang diberi judul Aiyaaa!

CHORD:

Verse:
C... D... F... C... (2x)
Am... D... F... C. G/B.
Am... D... F... ....

Chorus:
C... Dm... Am... F...
C... Dm... Am... F...

C... Dm... Am... F...

LIRIK:

Seorang pemimpin yang paling penting
Integritas harus beres (Iyaa... That's right!)
Kita membutuhkan pemimpin yang trus menerus
Menegakkan kebenaran

Rakyat butuh figur baru yang slalu optimis
Gak banyak berkeluh kesah
Bukan yang bertingkah palsu
Dan yang ingkar janji
Dan yang tidak tahu diri

(Aiyaaa...) Pemimpin bangsa
(Aiyaaa...) Harus
(Aiyaaa...) Pelan-pelan
(Aiyaaa...) Menebas para koruptor

(Aiyaaa...) Ya tentu saja
(Aiyaaa...) Harus
(Aiyaaa...) Punya ketegasan menebas para koruptor

(That's Right!)
(Itu bisa diatasi)

Kita bekerja untuk masyarakat
Tidak tidak ada kepentingan (Iyaa... That's right!)
Publik mesti melihat lebih dalam lagi
Siapa pemimpin yang peduli

Seberat apapun masalah bangsa itu bisa diatasi
Pemimpin itu mendobrak keadaan
Bukan mengokohkan kemapanan

(Aiyaaa...) Pemimpin bangsa
(Aiyaaa...) Harus
(Aiyaaa...) Pelan-pelan
(Aiyaaa...) Menebas para koruptor

(Aiyaaa...) Ya tentu saja
(Aiyaaa...) Harus
(Aiyaaa...) Punya ketegasan menegakkan hukum
Tanpa syarat pada siapapun
Semuanya demi bangsa

Read More →

Kisah Prajurit yang Menolak untuk Mati


Meskipun harus bertugas sebagai prajurit yang berada di antara peluru dan peperangan, dirinya tetap menolak untuk mati dan tetap memiliki semangat hidup yang tinggi. Salah satu bukti nyata bahwa usia seorang manusia hanya berada di tangan Tuhan, sang Pencipta.

Adrian Carton de Wiart adalah salah satu personel militer Inggris yang paling terkenal di abad kedua puluh, yang sudah mengambil bagian dalam tiga masa perang dan berbagai tugas hingga dirinya terluka berulangkali. Seorang pria yang cukup mempesona dan berkharisma, dia peminum dan atlet yang luar biasa, dan juga merupakan salah satu tokoh petualang terakhir dari abad kesembilan belas.

Adrian Carton de Wiart lahir dari keluarga bangsawan di Brussels, pada tanggal 5 Mei 1880. Dia drop out dari perguruan tinggi karena memilih untuk melayani di Angkatan Darat Inggris saat terjadi Perang Boer yang berlangsung antara tahun 1899 hingga tahun 1902. Di sanalah Adrian menerima warisan perang pertamanya berupa luka tembakan di perut dan pangkal paha. Dan setelah sembuh dari luka-lukanya itu, dia kembali bergabung.

Semasa Perang Dunia I, dirinya dipercaya untuk memimpin batalyon infantri di Front Barat. Selama terjadinya perang itu, ia bagaikan seorang yang menyerap semua peluru. Dia kehilangan tangan kiri dan mata kirinya, lalu tertembak hingga menembus tengkorak, wajah, pergelangan kaki, pinggul, kaki, dan telinga pada kesempatan yang berbeda. Ketika jari-jarinya terinfeksi dan dokter menolak untuk memotongnya, Adrian memotongnya dengan cara menggigitnya sendiri. Anda pastinya tidak akan heran bila mendengar teriakan kesakitan dari orang yang terluka saat perang. Tapi hebatnya dia tidak sampai seperti itu. Bahkan, dia sempat mengatakan "Terus terang, aku menikmati perang."

Walau telah diamputasi dan berusia 60 tahun dengan mata mirip bajak laut, kembali Adrian menjadi komandandalam Perang Dunia II. Dirinya sempat ditangkap oleh pihak Italia setelah pesawatnya jatuh di lepas pantai Libya. Adrian selanjutnya ditahan di sebuah puri abad pertengahan di Tuscan bersama dengan para tahanan perang lainnya. Di situ ia dan rekan-rekannya berkali-kali mencoba untuk melarikan dengan cara menggali terowongan bawah tanah namun selalu gagal. Akhirnya dirinya dibebaskan oleh pihak Italia yang ingin mencoba menegosiasikan perjanjian damai dengan pihak Inggris pada tahun 1943.

Menjelang akhir 1943, Adrian kemudian terpilih dalam misi yang lebih bersifat teknis dan diplomatis, yaitu sebagai utusan pribadi dari Perdana Menteri Winston Churchill untuk menemui pemerintah Nasionalis yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek di China.

Pada tahun 1944 ia dipromosikan ke pangkat letnan jenderal. Dirinya juga menyaksikan tindakan kapitulasi Jepang di Singapura pada tahun 1945, yang menandai berakhirnya Perang Dunia II.

Setelah perang berakhir, Adrian Carton de Wiart akhirnya memutuskan untuk menghabiskan masa pensiun di County Cork di Irlandia. Setelah kematian istrinya pada tahun 1951, ia lalu menikah kembali dengan seorang wanita yang dua puluh lima tahun lebih muda darinya. Adrian menghabiskan masa sisa hidupnya dengan pergi berburu dan menangkap ikan salmon.

Adrian Carton de Wiart meninggal pada usia 83 tahun, pada tanggal 5 Juni 1963, karena sebab alami, usia tuanya. Adrian juga meninggalkan sederet penghargaan dari pemerintah Inggris atas jasa-jasanya semasa dalam pengabdian. Dia dimakamkan di pemakaman paroki Killinardish, County Cork.

Read More →

Nelson Mandela dan kecintaannya pada Batik


Tokoh satu ini memang bukanlah warga Indonesia, dan bukan juga pemimpin negara Indonesia. Tapi kecintaan Nelson Mandela akan batik, yang notabene adalah ikon budaya negara Indonesia, membuat nama Nelson Mandela layak mendapat penghargaan khusus, selain juga layak menjadi teladan bagi para pemimpin di Indonesia.

Jusuf Kalla yang pernah menjabat sebagai wakil presiden Indonesia mengucapkan terima kasih kepada Nelson Mandela yang telah membantu mempromosikan batik Indonesia kepada dunia internasional. "Nelson Mandela memainkan peran besar dalam memperkenalkan batik di panggung internasional," kata Kalla dalam sebuah pernyataan kepada wartawan. "Dia memiliki keberanian untuk memakai batik selama sesi PBB. Saya sendiri bahkan mungkin merasa ragu mengenakan kemeja batik dan berbicara di depan penonton pada pertemuan PBB ... Terima kasih, Nelson Mandela, "tambahnya.

Nelson Mandela memang adalah penggemar berat batik tradisional Indonesia dan seringkali mengenakannya di acara-acara internasional dan pertemuan-pertemuan dengan para pemimpin dunia.

Banyak berita mencatat bagaimana mantan presiden Afrika Selatan itu begitu mencintai batik hingga terbiasa memakainya pada acara-acara resmi, bahkan saat beliau bertemu Ratu Elizabeth atau tokoh dunia lainnya bahkan saat menjumpai selebriti dunia.

 

Di Afrika Selatan, kemeja batik lebih dikenal dengan sebutan "Madiba T-Shirt" atau "Kemeja Madiba", dimana Madiba adalah sebutan akrab untuk Nelson Mandela.

Sugeng Rahardjo, mantan Duta Besar Indonesia untuk Afrika Selatan, mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa Nelson Mandela pertama kali mengenal batik saat melakukan kunjungan ke Jakarta pada tahun 1990, beberapa bulan setelah dia dibebaskan dari penjara di Robben Island. "Pola-pola halus dan warna batik mencerminkan kesabaran dan harmoni. Ini adalah cerminan dari karakter Nelson Mandela," ucapnya.

Saat itu Presiden Suharto memberikan kemeja batik sebagai souvenir kepada Mandela, yang kemudian langsung dipakai Nelson Mandela dalam beberapa kali pertemuan saat itu.

Bahkan pada sebuah kunjungan kembali ke Indonesia pada tahun 1997, Mandela mengejutkan banyak pihak saat ia mengenakan kemeja batik saat menemui Soeharto, sementara Soeharto sendiri mengenakan setelan formal.

Kemeja batik yang biasa digunakan oleh Mandela ternyata dirancang oleh almarhum Iwan Tirta, seorang maestro batik Indonesia.

"Mandela adalah tokoh yang memiliki karakter kuat yang sesuai dengan koleksi batik saya. Dia tidak hanya terlihat menarik, namun karisma perjuangannya selalu terlihat bahkan lebih saat dia memakai batik," demikian kutipan dari Iwan Tirta di akhir 1990-an setelah dia menyerahkan salah satu kemeja untuk Mandela.

"Kini sudah banyak orang yang mengenakan batik di Afrika Selatan setelah Mandela membawa tren tersebut", ungkap Michael Pasaribu, yang mempunyai sebuah toko batik di Pretoria, Afrika Selatan, seperti dikutip dari laporan media.

Read More →

Nelson Mandela di mata Tokoh Dunia


Sosoknya memang sangat berpengaruh terhadap warga dunia, terutama sisi perdamaian. Perjuangan Nelson Mandela dalam melawan dikriminasi sungguh membawa perubahan, bukan hanya di Afrika Selatan, namun ke seluruh dunia.

Berikut tanggapan dari berbagai tokoh dunia mengenai sosok Nelson Mandela, atau yang akrab juga dipanggil Madiba :

Mantan Presiden Afrika Selatan FW de Klerk, yang membebaskan Mandela dari penjara pada tahun 1990 dan berbagi Penghargaan Nobel Perdamaian dengan dia pada tahun 1993, mengatakan: "Tata, kami akan merindukanmu - tapi ketahuilah bahwa semangat Anda dan teladanmu akan selalu dikenang untuk membimbing kita menuju Afrika Selatan yang lebih baik."

Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Navi Pillay mengatakan Mandela "itu mungkin pemimpin moral terbesar di zaman kita".

Mantan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menggambarkan Mandela secara lebih universal: "Penggabungan dalam diri seseorang suatu kontradiksi bahwa Mandela adalah seorang pengacara dan pejuang kemerdekaan, tahanan dan juga seorang pemimpin, seorang pria marah dan pengampunan, memiliki kebesaran hati hingga merebut hati orang-orang tidak hanya di negaranya, tapi seperti yang kita lihat dengan respon terhadap kematiannya, orang di seluruh dunia."

Mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev mengatakan dunia tidak akan melupakan Mandela. "Hidupnya akan selalu menjadi teladan yang luar biasa. Ia setia akan perjuangannya akan kebebasan."

Mantan Presiden Irlandia Mary Robinson mengatakan: "Kematiannya membuat kita kehilangan - itu dirasakan oleh kita semua sebagai kehilangan pribadi."

Mantan Presiden AS Bill Clinton menyatakan "Kami akan mengingat dia sebagai orang biasa penuh rahmat dan kasih sayang, yang meninggalkan kepahitan dan merangkul lawan bukan hanya strategi politik tetapi cara hidup.".

Mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair menyebut "Ini bukan hanya apa yang dia lakukan tapi cara dia melakukannya yang membuatnya begitu istimewa, dia melakukannya dengan penuh rahmat dan martabat yang saya pikir orang-orang akan benar-benar terinspirasi di mana-mana."

Paus Francis dari Vatikan memberikan penghargaan "untuk komitmen teguh yang ditunjukkan oleh Nelson Mandela dalam mempromosikan martabat manusia dari semua warga bangsa dan membangun Afrika Selatan baru".

Pemimpin spiritual Tibet di pengasingan, Dalai Lama, mengatakan sudah waktunya bagi orang-orang "untuk mengembangkan tekad dan semangat dalam melanjutkan semangat perjuangannya".

Pemimpin hak-hak sipil AS Jesse Jackson menggambarkan Mandela sebagai "kekuatan global untuk kebaikan - dengan penderitaan dan visinya, ia memilih waktu yang tepat pada saat melakukan rekonsiliasi."

Menurut Uskup Agung Afrika Selatan Emeritus Desmond Tutu, "Mandela adalah seorang pemersatu dari saat ia berjalan keluar dari penjara, kami lega bahwa penderitaannya berakhir, tetapi bantuan kami tenggelam dalam kesedihan kita."

Pemimpin oposisi Burma dan peraih hadiah Nobel Perdamaian, Aung San Suu Kyi menyebut bahwa "Mandela membuat kita semua memahami bahwa tidak ada yang harus dihukum karena warna kulitnya atau keadaan di mana ia dilahirkan, dia juga membuat kita mengerti bahwa kita dapat mengubah dunia."

Sekretaris Jenderal Amnesty International Salil Shetty berucap, "Komitmen Nelson Mandela terhadap hak asasi manusia yang dicontohkan dengan tekad teguh untuk membasmi ketidaksetaraan rasial selama apartheid, diikuti oleh pekerjaan penting dalam memerangi HIV / AIDS di Afrika Selatan." 


"Kita semua yang mengaguminya harus melanjutkan perjuangannya."


Read More →

Nelson Mandela di mata para Pemimpin Dunia


Dunia sungguh terkejut saat mendengar berita wafatnya tokoh anti apartheid, Nelson Mandela, atau Madiba (sapaan akrab beliau) pada tanggal 5 Desember 2013 di usianya yang ke 95.

Sebelumnnya memang telah lama dikabarkan bahwa beliau mengidap penyakit paru-paru, sebagai akibat dari masa pengasingannya dahulu. Namun demikian, tak urung hal ini tetap membuat dunia terkejut sekaligus merasa kehilangan akan sosok besar Mandela.

Berikut pernyataan-pernyataan dari para tokoh pemimpin dunia terkait wafatnya Nelson Mandela:

Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma mengatakan Afrika Selatan telah kehilangan "anak terbesarnya" dan menyerukan Afrika Selatan untuk mencontoh yang bertabat dan terhormat seperti Nelson Mandela dalam kehidupan sehari-hari. "Meskipun kita tahu hari ini akan datang, tetap tidak bisa mengurangi rasa kita kehilangan yang begitu sangat mendalam," katanya.

Presiden AS Barack Obama juga menyatakan. "Kami sudah kehilangan salah satu orang yang paling berpengaruh, berani dan sangat baik dalam setiap dari kita berbagi waktu di dunia ini," katanya. "Melalui martabat yang luhur dan tekad kuat untuk mandapatkan kebebasannya sendiri dan juga kebebasan orang lain, Madiba berhasil merubah Afrika Selatan dan merubah pandangan kita semua. Perjalanannya dari tahanan hingga menjadi presiden adalah untuk mewujudkan janji bahwa manusia dan negara-negara dapat berubah menjadi lebih baik."

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan: "Mandela, setelah melewati cobaan berat yang paling sulit, berkomitmen untuk mengisi akhir dari hari-harinya dengan cita-cita humanisme dan keadilan."

Presiden Assad dari Suriah, yang saat ini juga sedang berjuang menghadapi pemberontakan terhadap pemerintahannya, menyatakan bahwa kehidupan Nelson Mandela merupakan inspirasi bagi pejuang kemerdekaan dan pelajaran untuk menghadapi tirani.

Presiden China Xi Jinping mengatakan orang-orang China akan selalu ingat "kontribusi yng luar biasa untuk hubungan China-Afrika Selatan dan tentu saja kemajuan umat manusia".

Presiden Ghana John Mahama mengatakan kepada BBC bahwa Mandela adalah Afrika terbesar yang pernah hidup.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan pesan Mandela untuk "terus menginspirasi para pejuang kebebasan, dan untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat dalam membela hak-hak yang lebih universal".

Presiden Kenya Uhuru Kenyatta memuji Nelson Mandela untuk "kehidupan yang luar biasa dalam cara yang sangat biasa. Warisannya mengenkripsi kisah kemanusiaan sekarang dan hari esok."

Pemimpin Kuba Raul Castro mengatakan ia sangat berterima kasih atas persahabatan yang diberikan Nelson Mandela dan dukungan penuhnya untuk rakyat Kuba.

Bagi Sekjen PBB Ban Ki-moon, Mandela "adalah seorang raksasa untuk keadilan dan inspirasi manusia yang rendah hati".

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menggambarkan Nelson Mandela sebagai "tokoh yang paling terhormat saat ini". Dia juga menambahkan: "Dia adalah ayah dari umatnya, orang yang punya visi, pejuang kemerdekaan yang menolak kekerasan. Dia memberi contoh pribadi bagi umatnya di tahun-tahun saat ia habiskan di penjara.."

Presiden Afghanistan Hamid Karzai menyebutnya sebagai "ikon dalam waktu kita, untuk martabat manusia, kesetaraan dan kebebasan".

Presiden Nigeria Goodluck Jonathan menyebut Mandela sebagai "inspirasi bagi orang-orang tertindas di seluruh dunia" yang telah membuat "pengorbanan pribadi yang tak tertandingi."

Presiden Liberia yang juga penerima hadiah Nobel Perdamaian Ellen Johnston Sirleaf mengatakan kepada BBC bahwa Mandela adalah inspirasi konstan dan tidak akan pernah dilupakan: "Nelson Mandela hidup dan hidupnya akan terus menjadi cahaya penuntun bagi mereka yang berprestasi, bagi mereka yang memiliki menderita untuk kebebasan dan perdamaian. "

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan "warisan politik non-kekerasan dan mengutuk semua bentuk rasisme" dari Mandela akan terus menjadi inspirasi.

Presiden Senegal Macky Sall mengatakan "Nelson Mandela tidak diragukan lagi adalah orang yang paling berpengaruh abad ini", "model hidup bagi Afrika dan juga bagi kemanusiaan". Dia mengatakan Mandela memberi Afrika rasa "bangga menjadi kulit hitam dan hidup martabat sebagai seorang pria kulit hitam".

Perdana Menteri India Manmohan Singh mengatakan: "Ini adalah kehilangan terbesar bagi Afrika Selatan karena dia adalah seperti seorang Gandhi yang pernah hidup dan pekerjaannya akan tetap menjadi sumber inspirasi abadi untuk generasi mendatang''.

Presiden Brazil Dilma Rousseff mengatakan Mandela akan "memandu semua orang yang berjuang untuk keadilan sosial dan perdamaian di dunia".

Presiden Venezuela Nicolas Maduro membandingkan kematian Mandela dengan saat berlalunya pemimpin Venezuela, Hugo Chavez: "Sembilan bulan setelah kepergian komandan kami, hari ini raksasa lain meninggalkan dunia ini! Madiba, Anda akan hidup selamanya"

Ratu Elizabeth II, yang pernah bertemu Mandela pada beberapa kesempatan lalu, mengatakan dalam sebuah pernyataan ia sangat sedih mengetahui kematiannya dan teringat pertemuan merekayang dipenuhi kehangatan yang besar. "Sebuah cahaya besar telah pergi keluar dari dunia," kata Perdana Menteri Inggris David Cameron. Mandela adalah "tokoh yang menjulang tinggi di zaman kita, sebuah legenda dalam hidup dan sekarang dalam kematian sebagai pahlawan global sejati", katanya.

Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menyebut, Mandela adalah seorang pemimpin yang sangat dikagumi dunia, sebuah rekonsiliator besar, seorang bapak bangsa sejati, dan tokoh global.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Nelson Mandela "memiliki keyakinan dalam kebebasan dan kesetaraan semua manusia, tidak hanya di negaranya Afrika Selatan, tetapi juga di seluruh dunia."

Bagi pemimpin Otoritas Palestina, Mahmud Abbas, Mandela adalah "simbol pembebasan dari penjajahan dan pendudukan". Abbas juga menambahkan bahwa "orang-orang Palestina tidak akan pernah lupa pernyataan bersejarah bahwa revolusi di Afrika Selatan tidak akan mencapai tujuannya selama Palestina tidak bebas".

Read More →

RecentPost